Judul: Nilai dan Etika Pekerja Sosial
Penulis: Noorkamilah
Penyunting: Khotibul Umam
Penata isi: Fajar Tri Kusmanto
Penata sampul: M. Jiaulhaq
Penerbit: SUKA-Press
Jumlah Halaman & Ukuran: x + 125 hlm; 15,5 x 23 cm
Sipnosis
Nilai dan etika adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari segala gerak, langkah, ucap, kata dan tindak seorang manusia. Ia menjadi bagian dari kemanusiaan itu. Seseorang menjadi mulia karena beretika. Seseorang menjadi hina karena meninggalkan etika. Ia menjadi ukuran kedudukan manusia. Oleh karena itu, nilai dan etika menjadi perlu dan penting dalam kehidupan manusia. Dalam perilaku sehari-hari, demikian pula dalam perilaku profesi. Profesi tanpa etika menjadi hampa. Kehadiran profesi pekerjaan sosial dalam ranah keilmuan sosial, menjadi angin segar bagi penyelesian masalah-masalah sosial. Ilmu-ilmu sosial yang selama ini tidak mampu menyelesaikan masalah sosial karena ketiadaan metode yang dapat digunakan, menjadi semakin sempurna setelah lahirnya ilmu terapan ini. Ilmu yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah-masalah kesejahteraan sosial, dengan menggunakan metode intervensi sosial.
Sebagaimana kita ketahui, Ilmu Kesejahteraan Sosial merupakan bidang keilmuan yang muncul beberapa dekade terakhir. Terlahir di Benua Amerika pada akhir abad ke-19, tepatnya sekitar tahun 1898. Ilmu yang relative baru bila dibandingkan dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. Oleh karena itu, wajar bila referensi terkait ilmu ini masih terbatas. Terlebih ketika ilmu ini diterima dan berkembang baik di Indonesia. Kehadirannya pada tahun 1960-an, ditandai dengan pendirian Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) di Bandung, sekolah kedinasan di bawah naungan Departemen Sosial saat itu. Kemudian diikuti dengan berdirinya program studi Kesejahteraan Sosial atau Pekerjaan Sosial di berbagai perguruan tinggi, termasuk di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 2009.