Epistemologi Nisan Jepuro (Dalam Perbincangan Moderasi Beragama)

Epistemologi Nisan Jepuro (Dalam Perbincangan Moderasi Beragama)

Penulis: Fathimatuz Zahra dan M. Nasrul Hakim

Desain Cover: Linaryanta

Layout: Zainul Arifin

Ukuran & Jumlah hlm.: 15,5 x 23 , xviii + 180


Sipnosis

Buku yang berada di hadapan para pembaca ini adalah bukti empirik perihal ilmu-ilmu yang memuncar dari kuburan. Penulisnya berupaya untuk menghadirkan kuburan sebagai sekolah. Ia mengajak kita untuk menemukan epistemologi atau sistem pengetahuan tentang moderasi beragama yang belakangan ini secara massif digaungkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Memang, sejauh ini, epistemologi moderasi beragama lazim didasarkan pada dalil-dalil teks keagamaan, budaya masyarakat, nilai-nilai etis, dan filsafat atau pemikiran lintas bangsa. Belum ada yang menjadikan makam atau kuburan sebagai epistemologi dalam pengelolaan moderasi beragama. Penulis buku ini mengakui:

Makam belum dijadikan rujukan epistemologi dalam pengembangan pengetahuan moderasi beragama. Walaupun salah satu indikator berjalannya moderasi beragama yakni adanya kesadaran tentang penjagaan makam, namun dalam konsep pengetahuan belum terbentuk secara sistematis. Hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya pemisahan makam sesuai agama masing-masing yang hal ini tidak sejalan sebagaimana yang dicontohkan oleh nenek moyang kita di Indonesia. Pemisahan makam ini bukan tak berdasar, sebab hal ini terjadi juga di makam antar etnis Jepuro Juwana, yang di masa sebelum abad 16 terdapat makam dengan beragam etnis dan agama. Namun pasca terjadinya perang kuning terjadi pemisahan bahkan antara Keturunan Habaib, Tionghoa dan Pribumi, pemisahan ini ditambah dengan peranan Belanda sebagai penjajah yang salah satu wilayah yang menjadi sasaran adalah dermaga  Pelabuhan Juwana yang pada masa itu terletak di Tanjungpuro (sekarang menjadi Jepuro dan Tluwah).